Rajin Pangkal Pandai
Tampilkan postingan dengan label berita kegiatan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita kegiatan anak. Tampilkan semua postingan

17 Desember 2011

Diskusi dengan tamu dari Jepang

selamat pagi Teman, kemarin aku dan teman-temanku di SDN-P Bantarjati Sembilan, dibantu Guru-guru dan Mami Mislah Haiti Ky Banten belajar mengenai cara mengurangi PH asam (semakin rendah PH semakin kuat kadar keasaman) dari tamu-tamu kami yang berasal dari Jepang, asam dapat merusak benda2 disekitar.

zat asam juga dapat merusak paku, beton, tumbuhan tidak tumbuh dengan sempurna. Bapak dan Ibu dari Jepang meminta kami untuk berdiskusi mengenai cara mengurangi zat asam, .. waaah karena banyak yang berdiskusi maka jawaban kami yang ditulis ditempel di papan tulis menjadi banyaaaaak.

seru sekaligus dapat ilmu, oooh iya diantara kami ada 3 kakak kelas 6 yang akan dikirim ke Jepang lo.. hebatkan, selamat ya ka... bawa ilmu yang banyak untuk kami

26 Juni 2011

Pahlawan Lingkungan Bantarjati 9 Diwisuda Kenakan Pakaian Sampah

ImageSebanyak 57 siswa-siswi kelas VI SD Negeri Bantarjati 9 Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, di wisuda oleh Kepala Sekolah SD Negeri Bantarjati 9 Yayah Komariah, Sabtu (25/6) pagi.   SD Bantarjati 9  merupakan Sekolah peraih Adiwiyata Mandiri  dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Layaknya prosesi wisuda sarjana Ke 57 para pahlawan lingkungan ini satu persatu menghampiri Kepala Sekolah untuk diwisuda dan naik ke atas panggung. Uniknya para siswa-siswi ini tidak mengenakan baju toga tapi hanya memakai baju biasa dengan topi toga yang bahannya terbuat dari sampah bekas kemasan detergen, permen, dan kardus serta bekas kemasan-kemasan makanan lainnya

 Ketua panitia Tasyakuran dan Wisuda SD Negeri Bantarjati 9 Dadeng mengatakan,  pihaknya sengaja mengemas acara ini, karena  mereka telah menjadi pahlawan lingkungan dengan keberhasilannya meraih Anugrah Adiwiyata Mandiri tahun 2011 dari Presiden,  “ Kita sengaja mengemas acara ini dalam bentuk Tasyakuran dan Wisuda yang mengusung tema “ Gupay Katineung Pikeun Nu Miang “

Dadeng berharap acara wisuda-wisudaan akan terus motivasi siswa-siswi SD Negeri Bantarjati 9, selain untuk mempertahankan Adiwiyata Mandiri, juga  diharapkan memiliki target untuk di wisuda yang sesungguhnya

Image

Selain prosesi wisuda pada acara tasyakuran juga dilakukan pemberian piala untuk siswa-siswi yang berprestasi yaitu yang meraih rangking 1, 2, dan 3 mulai dari siswa kelas 1 sampai kelas 6.

Selesai pemberian piala acara kemudian dilanjutkan dengan acara hiburan yang diisi dengan berbagai tarian seperti tari bali, jaipong, dance dan juga pencak silat yang diperagakan oleh siswa-siswi SD Negeri Bantarjati 9.

Sebagai puncak acara Kang Acoen CS dari Gorobog lewat kesenian calung tampil menghibur dan mengocok perut penonton yang hadir memenuhi halaman SD Negeri Bantarjati 9.

Acara Tasyakuran dan wisuda siswa-siswi SD Negeri Bantar Jati 9 selain dihadiri oleh para orangtua murid, komite sekolah, guru-guru SD Negeri Bantar Jati 9, beberapa orang Kepala Sekolah dari SMP Kosgoro, SMPN 8, SMPN 12 dan tamu undangan lainnya. (tria/ayu-SP)

Sumber : http://kotabogor.go.id

13 Juni 2011

Walikota Bogor Apresiasi Sekolah Peraih Adiwiyata

ImageWalikota Bogor Diani Budiarto menyampaikan apresiasi kepada tiga Sekolah di Kota Bogor yang telah berhasil menyandang Adiwiyata.  Dari tiga sekolah salah satunya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bantarjati 9  Kecamatan Bogor Utara yang telah berhasil meraih anugrah Adiwiyata Mandiri dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta 7 Juni lalu.  

Sedangkan dua Sekolah lagi yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kecamatan Bogor Selatan, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wikrama Kecamatan Bogor Timur.
Terhadap tiga Sekolah tersebut, Walikota Bogor Diani Budiarto memberikan penghargaan. Untuk SDN Bantarjati 9 Bogor Utara, selain diberikan penghargaan Diani menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk pembangunan musholla sekolah.

Penyerahan penghargaan dan bantuan untuk pembangunan musholla untuk SDN Bantarjati 9 diserahkan Walikota Diani Budiarto kepada Kepala Sekolah SDN Bantarjati 9 Yayah Komariah ketika memimpin upacara bendera di sekolah tersebut Senin (13/6/2011).

Kunjungan Walikota ke SDN Bantarjati 9 didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Aim Halim Hermana, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Lilies Sukartini,  Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan dan Dampak Lingkungan pada  BPLH Kota Bogor Shahlan Rasyidi.  Selain hadir ketua Tim verifikasi Adiwiyata Mandiri Kementrian Lingkungan Hidup  DR.Dr.Tri Edhi Budi Santoso.

Pada kesempatan memimpin upacara bendera di SDN Bantarjati 9 Walikota Bogor Diani Budiarto menyampaikan terimakasih kepada seluruh keluarga besar SDN Bantarjati 9 yang secara kontinyu dan terus menerus melanjutkan program lingkungan hidup di lingkungan sekolahnya.

Image

Namun Diani mengingatkan, agar program ini terus bisa membuahkan hasil, tidak hanya dilingkungan sekolah, tetapi bisa membentuk karakter prilaku hidup sehat, hidup bersih dilingkungannya masing-masing.

“ Sebetulnya  kegelisaahan dan kekhawatiran kita terhadap sudah tercetus sejak tahun 1980 an, pada waktu itu Kota Bogor merupakan kota pertama bersama dengan Padang yang memperoleh anugrah Adipura, “ tutur Diani.

Diani menuturkan, kota Bogor semasa dijabat Walikotamadya Muhammad telah mengumpulkan para Kepala Sekolah dan berkomitmen bahwa diharapkan kedepan dalam satu dasawarsa rakyat Bogor peduli terhadap lingkungan dan kebersihan.  Namun Seiring perjalanannya waktu jabatan Muhammad sudah berakhir, sehingga program yang digulirkan  menjadi terlupakan.

Usai mengunjungi SDN Bantarjati 9 Walikota Bogor melanjutkan kunjungan ke SMPN 13 Bogor Selatan, dan SMK Wikrama Bogor Timur. Di SMPN 13 walikota menyerahkan bantuan alat musik organ, dan di SMK Wikrama menyerahkan bantuan dua mesin jahit. (gus/yan)


sumber http://kotabogor.go.id
 

10 Juni 2011

Dibalik Sukses SDN Bantarjati 9 Meraih Adiwiyata Mandiri (Bagian 2)

ImageOrang-Orang di Belakang Layar
Empat tahun berjuang, membangun dan memperbaiki sarana prasarana sekolah, membangun komitmen diantara para guru, orang tua murid, mulai nampak hasilnya. Di tahun 2008, SDN Bantarjati 9, untuk yang pertama kalinya, dan merupakan sekolah pertama di Kota Bogor, terpilih menjadi sekolah calon Adiwiyata. Keberhasilan tersebut tentu saja menjadi penyemangat rengrengan pengelola SDN Bantarjati 9, ibarat setetes air di padang gersang.
 
Di tahun itu dan berikutnya, makin banyak orang tua yang berdomisili di sekitar sekolah mempercayakan anaknya untuk dididik di sana. SDN Bantarjati 9, menjadi fenomena, terlebih lagi saat mendapat anugerah Adiwiyata di tahun berikutnya, tepatnya di tahun 2008.

“Kekuatan internal kami memang terbatas, namun kekuatan ekternal yang membantu kami sangat tidak terbatas, mulai dari peranan para orang tua murid, insan pers, instansi pemerintaha, swasta, BUMD, Perbankan dan pihak-pihak yang selama ini membantu kami, sangat luar biasa,”ujar Yayah.

Dengan semangat yang tak pantang menyerah, Yayah dan dewan guru, komite sekolah terus memperbaiki sistem pendidikan  yang diterapkan di sekolahnya. Dia tak bosan-bosan menneriakan yel-yel lingkungan hidup yang diciptakan bersama para guru.  

“Anak cerdas,” sapa Yayah dan para guru kepada anak didiknya di setiap kesempatan
“Cinta Lingkungan,” jawab para siswa serempak.
“Buang sampah sembarangan,” katanya lagi.
“Malu ah!”

Tidak hanya sekedar yel-yel, penanaman cinta lingkungan terus ia kumandangkan melalui lagu-lagu yang dirubah liriknya, poster, karya para siswa yang ditempel di kelas dan  di luar ruangan. Perbaikan lingkungan sekolah agar lebih asri, pembuatan biopori, dan pengaplikasian 3 R, seperti recycle-reuse,  dan game lingkungan hidup  terus ditingkatkan.
 
Di tahun berikutnya, yakni di tahun 2010, SDN Bantar jati kembali mendapatkan dua anugerah sekaligus. Sekolahnya mendapatkan anugerah Adiwiyata tahun ke 2, sedangkan Yayah Komariah menjadi The Best Teacher se-Jawa Barat di bidang lingkungan hidup. Kesibukannya tentus  saja menjadi sangat padat, selain meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang lingkungan hidup, dirinya juga merasa bertanggung jawab dalam pengembangan budaya Sunda.

Untuk menambah cakrawala pengetahuan muridnya dalam bidang budaya, ia mengadakan kerjasama dengan PEPADI Kota Bogor, dengan mendatangkan para dalang ke sekolahnya. Dalam berbagi ilmu lingkungan hidup, Yayah juga terbilang dermawan, ia menjalin kerjasama dengan berbagai LSM lingkungan hidup, misalnya Telapak, Jaringan Pendidikan Lingkungan, Kania Pajajaran menyelanggarakan seminar, workshop bagi para guru dan kepala sekolah se-Kota Bogor.    

Image

Tidak itu saja, SDN Bantarjati juga menjalin kerjasama dengan Perbankan, dan PDAM Kota Bogor. Dua anak didiknya, yakni Muhammad Al Fatih dan Nazwa Azzura, menjadi Duta Air PDAM. Di kesempatan lain, saat lomba membaca puisi di Istana Negara, Al Fatih dan Nazwa sempat membuat kagum Wapres RI, Boediono dan sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya dengan puisi yang berjudul Bangau Tong-tong. Odzon dan Hemat Air.

Tentu saja, semua kesuksesannya  bisa dicapai, selain dukungan para guru, orang tua dan pihak-pihak lainnya. Ada sosok yang tidak bisa ditinggalkan yakni Pak Kumis, suaminya.

Pak Kumis ini, selain ihlas membiarkan isterinya mengabdikan secara total dengan profesinya sebagai pendidik, juga sangat berbesar hati dan siap mengantar isteri tercintanya ke tempat yang ditujunya.  Selain Pak Kumis, ada sosok lain yang merupakan tim sukses Yayah cs, yakni dua orang pengajar yang selalu kompak, duet Pak Dena dan Pak Haris.

Dena dan Haris inilah yang sigap dan cekatan melengkapi seluruh kelengkapan administrasi yang diperlukan. Keduanya tak jarang harus begadang hingga larut malam, mempersiapkan segalanya, khususnya saat-saat mendekati penilaian.

“Saat menjelang penilaian tak jarang kami harus tidur di sekolah,”ungkap Dena diamini Haris. Namun bukab berarti apa yang mereka kerjakan itu adalah SKS, sistem kebut semalam. Seperti yang dilakukan oleh mereka-mereka yang ikut perlombaan.
“Semua seperti disulap, bahkan pohon juga ditanam hanya dalam satu malam,” ujar Yayah. Alasannya, tim penilai Adiwiyata bisa datang kapan saja, tanpa pemberitahuan lebih dulu.

Kurun waktu 2010 dan 2011, merupakan saat yang paling sibuk bagi SDN Bantar Jati 9, karena selain harus menyiapkan diri untuk meraih Adiwiyata Mandiri, sekolah ini juga sering kedatangan tamu dari luar nageri dan luar daerah. Diantaranya dari Negara Nepal, Malaysia, Korea dll. Sedang dari dalam negeri  tercatat dari Kalimatan, Papua dan Jawa Tengah. Yayah tidak banyak berkomentar saat ditanya berapa banyak kunjungan dari sekolah yang ada di Kota Bogor.

Ia hanya mempersilahkan untuk melihat buku tamu, yang merupakan saksi bisu. Karena di sekolah peraih Adiwayata ini, semuanya serba tercacat dan teradministrasikan dengan baik. Alangkah kagetnya, karena jumlah sekolah yang ada di Kota Bogor jumlahnya lebih sedikit dibanding yang datang dari luar Bogor. (dhp)
 
 
sumber: http//kotabogor.go.id

07 Juni 2011

Seminar Internasional Kepanduan Wilayah Asia Pasific

Dari Pagelaran Budaya Sampai Puisi Anak
Selasa, 07 Juni 2011

Empat anak kecil itu berlari-lari kecil menuju ke arah panggung. Napas mereka belum teratur sepenuhnya. Gerakan mereka seperti tak teratur. Ada suasana kepanikan yang mereka bawa. “Gempa.....” “Gempa....” “Ayo berlindung di bawah meja...” Begitu beberapa teriakan yang muncul dari wajah panik mereka. Selang beberapa lama, senyum terukir di wajah mereka.
“Alhamdulilah gempa sudah usai.” Teriak salah satu dari mereka. Tak menunggu lama, pesan-pesan tentang bagaimana melindungi diri pada saat terjadi gempa bumi, disampaikan anak-anak dengan mimik lucu.

Tak hanya soal gempa. Pesan itu kemudian berlanjut dengan pesan untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan menghemat air. Bahkan ajakan untuk menghemat air disampaikan melalui puisi yang berkisah tentang keterbatasan air di masa yang akan datang.

Itulah gambaran penampilan istimewa empat anggota Pramuka SD Negeri Bantarjati 9 di acara Jamuan Makan Malam Peserta Internasional Seminar on Environment Education and Biodiversity hari Senin, 6 Juni 2011 di Ruang Rapat 1 Balaikota. Sebuah penampilan yang sempat membuat para penonton berkali-kali memberikan tepuk tangan meriah dan bahkan memberikan standing appluase di akhir penampilan.

Apresiasi juga diberikan Direktur Kepanduan Wilayah Asia Pasific, Abdullah Rasheed yang secara khusus kembali mengundang ke empat siswa SD N Bantarjati 9 untuk tampil ke panggung sebelum pidatonya.

Apresiasi peserta sebenarnya telah terasa sejak acara jamuan makan malam dimulai pada 7 malam. Kehadiran mereka yang disambut alunan kecapi suling dari lima pelajar pramuka SMA Negeri 2 Bogor, telah memberikan kesan mendalam tersendiri. Beberapa peserta tak berhenti mengacungkan kamera atau hand phone-nya untuk mengambil gambar.

Tak menunggu lama, kembali mereka terkagum dengan langkah energik dan aneka ornamen bambu yang memunculkan bunyi dari enam anggota pramuka dari SMP Budi Mulia. Maklum saja, mereka adalah wakil Provinsi Jawa Barat ke Festival Seni Siswa tingkat nasional di Makasar pada akhir Juni ini.

Image

Gerakan-gerakan koloni tongkat dari anggota Pramuka SMP Negeri 7 Bogor yang diiringi musik angklung dari 60 anggota pramuka SD Polisi V, tak luput pula dari appluase panjang para peserta. Pun demikian dari penampilan tari jaipong di akhir acara yang turut mengajak para peserta untuk menari bersama.  
      
Seorang peserta asal Mongolia, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor dan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor. “It’s wonderfull tonight,” katanya dengan sumringah. Secara formal, ucapan tersebut disampaikan Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Marsekal Madya Eri Heryanto dan diberikan Direktur Kepanduan Wilayah Asia Pasific, Abdullah Rasheed, dalam sambutannya.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan, yang hadir mewakili Walikota Bogor, menyampaikan ucapan selamat datang di Kota Bogor kepada seluruh peserta.

Pada saat yang sama, Bambang menyatakan harapan Walikota Bogor agar Gerakan Pramuka Kota Bogor dapat terus berperan aktif dalam pendidikan lingkungan yang menjadi bagian dari pendidikan karakter. “Peran itu sangat memungkinkan karena kita pahami Gerakan Pramuka memiliki potensi yang besar untuk mewujudkannya,” ucap Bambang saat membacakan pidato Walikota Bogor. ARW


Sumber : http://kotabogor.go.id

04 April 2011

Diani : Keberhasilan PDAM Tirta Pakuan Tidak Terlepas Dari Pendahulunya

Keberhasilan dan prestasi  yang telah diraih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam melayani masyarakat Kota Bogor tidak terlepas dari kontribusi yang sangat besar dari para pendahulunya sehingga Perusahaan Daerah ini dipercaya dengan berbagai inovasi-inovasi baru untuk memuaskan pelanggannya.
Hal ini diungkapkan Walikota Bogor Diani Budiarto ketika menghadiri pucak perayaan Hari Ulang Tahun PDAM Tirta Pakuan ke 34 di Hotel Royal, Jalan Ir. H. Juanda Kota Bogor, Sabtu malam lalu.

Oleh karena itu, Walikota Diani berharap, keberhasilan yang dicapai PDAM Tirta Pakuan patut disyukuri, karena ini merupakan hasil kerja keras keluarga besar PDAM mulai dari jajaran direksi hingga pegawai biasa,  “ Tugas pegawai PDAM merupakan tugas yang mulya, memproses penyediaan air  mulai dari hulu di sungai sampai ke rumah-rumah penduduk, “ ungkapnya.

Diani mengatakan, tugas mulya yang diemban pegawai PDAM Tirta Pakuan karena air  yang dialirkan telah membawa manfaat bagi masyarakat Kota Bogor.  “Tidak hanya untuk air minum, mandi, dan kebutuhan – kebutuhan lainnya, tapi juga  untuk beribadah kepada Allah SWT, dengan dipergunakannya untuk berwudhu sehingga pahalanya pasti akan mengalir sampai akhir hayat nanti, “ tutur Diani.

Sementara itu Dirut PDAM Tirta Pakuan Memet Gunawan mengatakan,  peringatan HUT PDAM Tirta Pakuan ke 34 yang bertepatan dengan Hari Air Sedunia pada tanggal 20 Maret lalu momennya sangat tepat. Oleh karena itu thema yang diangkat yaitu Dengan Semangat Kebersamaan Kita Songsong Pelayanan Prima.

Maksud tema ini adalah dengan kebersamaan kekompakan keluarga besar PDAM Tirta Pakuan dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan dengan lebih mengedepankan kesadaran akan lingkungan.

Hal ini senada dengan thema hari air Sedunia yaitu Air dan Urbanisasi. Begitu pentingnya air sebagai sumber kehidupan sehingga menjadi perhatian bersama seiring dengan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat. “ Air akan berubah menjadi ancaman bagi kita apabila terjadi krisis air dan mulai mendera kehidupan kita, “ papar Memet.

Oleh karena itu Dirut PDAM Tirta Pakuan Memet menghimbau, untuk bersama-sama memperhatikan lingkungan sehingga air yang diproduksi bisa dimanfaatkan seefisien mungkin oleh para pelanggan PDAM Tirta Pakuan.

Pada kesempatan tersebut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyampaikan apresiasi dengan memberikan penghargaan kepada lima  pelanggan disiplin, tepat waktu dalam pembayaran rekening PDAM dan penghargaan kepada empat orang warga penemu kebocoran pipa PDAM. Sementara sembilan warga Kota Bogor lainnya mendapatkan freevilage pembayaran gratis.

Selain itu, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor juga menobatkan duta air yaitu Nazwa Azura (Siswa SDN Bantarjati 9), Irmira (SD Pertiwi) dan M.Rizky Irfansyah (yan/gus)



sumber : http://kotabogor.go.id



03 April 2011

Syukuran HUT PDAM TIRTA PAKUAN Ke-34


Dirut PDAM Tirta Pakuan H.Memet Gunawan bersama Walikota Bogor H.Diani Budiarto dalam malam Syukuran HUT Ke-34 di Hotel Royal. Foto: Tjahyadi | WP

Peringatan HUT Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor yang ke-34, berbeda dari biasanya. Digelar di hotel Royal Jalan Juanda, Jum'at (1/4) malam, syukuran ini dipersembahkan untuk pelanggan dan karyawan yang telah menunjukkan kinerja terbaik.
Apa itu? Meja tamu round table VIP, bagi undangan Muspida yang biasanya diisi oleh direksi dan jajarannya ternyata diisi oleh pelanggan disiplin, karyawan terbaik, duta air dan masyarakat penemu kebocoran. Sedangkan Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan H. Memet Gunawan beserta jajarannya duduk di kursi belakang.
“Sengaja kami lakukan untuk memberikan kesan keakraban dan kebersamaan antara pemilik PDAM (walikota, red) bersama pelanggan dan karyawan,” jelas Memet Gunawan kepada Warta Pakwan, kemarin.
Lanjut Memet, selain kebersamaan, pada perayaan hari air sedunia dan HUT PDAM Tirta Pakuan yang perayaannya dilakukan berbarengan itu, dia ingin memberikan pelayanan prima. “Kami tak semata-mata mengekploitasi air, tapi memberikan pelayanan terbaik dan juga mencari sumber-sumber baru untuk menambah daya dukung pasokan air,” katanya.
Dalam puncak peringatan HUT PDAM itu, juga diselenggarakan duta air show. Yakni lima anak-anak dari SD Pertiwi, SD Bantarjati 9, SD Papandayan dan SD Polisi 4 menampilkan kebolehannya. Mulai dari pidato berbahasa inggris, pembacaan puisi dan lainnya. “Sengaja kami memilih anak-anak usia SD sebagai duta air, selain memberikan sosialisasi tentang pentingnya air sedini mungkin, juga untuk menarik minat pelanggan,” jelas Kabag Humas PDAM Tirta Pakuan, H. Hendra Setiawan.
Dalam acara puncak HUT PDAM Tirta Pakuan itu juga diberikan beberapa penghargaan. Pertama kepada pelanggan disiplin, yakni yang membayar tagihan pada tanggal 2 setiap bulannya. dari 95.000 pelanggan ada 211 pelanggan yang pembayarannya pada setiap tanggal dua itu. “Semuanya mendapat penghargaan dan lima pelanggan beruntung dipersilakan duduk di tambe undngan bersama Muspida,” tambah Hendra.
Cay

sumber  http://www.wartapakwan.com

20 Januari 2011

PDAM Tirta Pakuan Di IWWEF



PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mengikuti Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2011 di Hotel Bidakara, 18-20 Januari.

Ini merupakan event besar yang diprediksi mempertemukan 5.000 orang yang terdiri dari para pelaku air minum, perpipaan dalam dan luar negeri, pemangku kebijakan, pakar air minum dan air limbah, pabrikan, perguruan tinggi, lembaga donor dan masyarakat umum. ”Keikutsertaan kami (PDAM Tirta Pakuan-red) merupakan bukti komitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat (khususnya kota bogor).

Di event ini, kami bertemu dengan banyak pakar, mulai dari teknologi terbaru pengolahan air minum maupun para produsen perpipaan. Kami memetik banyak manfaat dengan hadir dan ikut serta dalam IWWEF 2011,” jelas Direktut Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Memet Gunawan.

Selain Dirut PDAM Tirta Pakuan bersama jajarannya, hadir pada expo yang digagas oleh PERPAMSI dan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) ini Sekdakot Bogor H. Bambang Gunawan dan Ketua DPRD Kota Bogor H. Mufti Faoqi. “Kualitas air minum dan pelayanan PDAM Tirta Pakuan sudah baik.

Setiap tahunnya selalu berupaya meningkatkan pelayanan. Tingkat kebocorannya juga sangat rendah. Karena itu, Pemkot Bogor sangat mendukung Tirta Pakuan. Berapapun dana yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air minum yang diproduksi PDAM Tirta Pakuan,” jelas Bambang Gunawan.

Sebagai peserta expo, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor juga menghadirkan Duta Air, yaitu Najwa Azzura Taufik dan M. Al Fatih SE. Keduanya merupakan siswa SDN Bantarjati 9 Kota Bogor. Jwa –sapaan Najwa dan Al Fatih dan tak ketinggalan Kepsek SDN Bantarjati 9 .

Rombongan Duta Air bertolak pukul 06:00 dari Bogor dan tiba pukul 08.45 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta. “Aku bangga jadi Duta Air. Soalnya, bisa berbagi dan saling mengingatkan untuk selalu menghemat air dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar jwa.

Kedua Duta Air cilik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini mengkampanyekan penghematan penggunaan air dan green living dengan bahasa mereka. Menurut sang Kepala Sekolah, Jwa dan Fatih berkampanye dengan banyak cara.

“Mulai dari puisi, tulisan maupun penyampaian langsung untuk memuliakan air dan lingkungan. Baik untuk sesama mereka, maupun mengingatkan kepada masyarakat umum tentang pentingnya air dan menjaga lingkungan,” jelas nya yang setia mendampingi kedua siswanya itu.

Selama di pameran, Jwa dan Fatih juga ikut menjawab pertanyaan yang dilontarkan para pengunjung, termasuk ketika dikunjungi Sekdakot Bogor H. Bambang Gunawan, Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Faoqi, dan para para pengunjung. (als)



Sumber: PDAM Tirta Pakuan 20/01/2011

19 Januari 2011

Hadirkan Duta Air dari SDNP Bantarjati 9


Kabag Humas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Hendra Setiawan pose bersama Duta Air, Al Fatih dan Najwa Azzura dari SDNP Jati 9 didampingi orangtua dan Kepsek Hj. Yayah Komariah, M.Pd. Foto: Cay

JAKARTA | Warta Pakwan
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mengikuti  Indonesia Water and Wastewater Expo and
Forum (IWWEF) 2011 di Hotel Bidakara, 18-20 Januari. Ini merupakan event besar yang diprediksi mempertemukan 5.000 orang yang terdiri dari para pelaku air minum, perpipaan dalam dan luar negeri, pemangku kebijakan, pakar air minum dan air limbah, pabrikan, perguruan tinggi, lembaga donor dan masyarakat umum.
”Keikutsertaan kami (PDAM Tirta Pakuan-red) merupakan bukti komitmen untuk selalu meningkatkan kemampuan dalam melayani masyarakat. Di event ini, kami  bertemu dengan banyak pakar, mulai dari teknologi terbaru pengolahan air minum maupun para produsen perpipaan. Kami memetik banyak manfaat dengan hadir dan ikut serta dalam IWWEF 2011,” jelas Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Memet Gunawan.
Selain Dirut PDAM Tirta Pakuan bersama jajarannya, hadir pada expo yang digagas oleh PERPAMSI dan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) ini Sekdakot Bogor H. Bambang Gunawan dan Ketua DPRD Kota Bogor H. Mufti Faoqi. “Kualitas air minum dan pelayanan PDAM Tirta Pakuan sudah baik. Setiap tahunnya selalu berupaya meningkatkan pelayanan. Tingkat kebocorannya juga sangat rendah.
Karena itu, Pemkot Bogor sangat mendukung Tirta Pakuan. Berapapun dana yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air minum yang diproduksi PDAM Tirta Pakuan,” jelas Bambang Gunawan.
DUTA AIR
Sementara itu, sebagai peserta expo, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor juga menghadirkan Duta Air, yaitu Najwa Azzura Taufik dan M. Al Fatih SE. Keduanya merupakan siswa SDNP Bantarjati 9 Kota Bogor. Jwa –sapaan Najwa—didampingi Bunda Haiva Anwar, Al Fatih didampingi ayahnya Dadeng S. Ependi dan tak ketinggalan Kepsek SDNP Bantarjati 9 Kota Bogor Yayah Komariah, M.Pd. Rombongan Duta Air bertolak pukul 06:00 dari Bogor dan tiba pukul 08.45 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta.
“Aku bangga jadi Duta Air. Soalnya, bisa berbagi dan saling mengingatkan untuk selalu menghemat air dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar jwa. Kedua Duta Air cilik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini mengkampanyekan penghematan penggunaan air dan green living dengan bahasa mereka. Menurut Yayah Komariah, Jwa dan Fatih kampanye dengan banyak cara.
“Mulai dari puisi, tulisan maupun penyampaian langsung untuk memuliakan air dan lingkungan. Baik untuk sesama mereka, maupun mengingatkan kepada masyarakat umum tentang pentingnya air dan menjaga lingkungan,” jelas Yayah yang setia mendampingi kedua siswanya itu.
Selama di pameran, Jwa dan Fatih juga ikut menjawab pertanyaan yang dilontarkan para pengunjung, termasuk ketika dikunjungi Sekdakot Bogor H. Bambang Gunawan, Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Faoqi, dan para Dirut PDAM termasuk Dirut PDAM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi Helmi Soetikno.
Cay

Water & Wastewater Expo & Forum 2011



PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mengikuti Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2011 di Hotel Bidakara, 18-20 Januari. Ini merupakan event besar yang diprediksi mempertemukan 5.000 orang yang terdiri dari para pelaku air minum, perpipaan dalam dan luar negeri, pemangku kebijakan, pakar air minum dan air limbah, pabrikan, perguruan tinggi, lembaga donor dan masyarakat umum. ”Keikutsertaan kami (PDAM Tirta Pakuan-red) merupakan bukti komitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat (khususnya kota bogor).
Di event ini, kami bertemu dengan banyak pakar, mulai dari teknologi terbaru pengolahan air minum maupun para produsen perpipaan. Kami memetik banyak manfaat dengan hadir dan ikut serta dalam IWWEF 2011,” jelas Direktut Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Memet Gunawan. Selain Dirut PDAM Tirta Pakuan bersama jajarannya, hadir pada expo yang digagas oleh PERPAMSI dan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) ini Sekdakot Bogor H. Bambang Gunawan dan Ketua DPRD Kota Bogor H. Mufti Faoqi. “Kualitas air minum dan pelayanan PDAM Tirta Pakuan sudah baik. Setiap tahunnya selalu berupaya meningkatkan pelayanan. Tingkat kebocorannya juga sangat rendah. Karena itu, Pemkot Bogor sangat mendukung Tirta Pakuan. Berapapun dana yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas air minum yang diproduksi PDAM Tirta Pakuan,” jelas Bambang Gunawan.
Sebagai peserta expo, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor juga menghadirkan Duta Air, yaitu Najwa Azzura Taufik dan M. Al Fatih SE. Keduanya merupakan siswa SDN Bantarjati 9 Kota Bogor. Jwa –sapaan Najwa dan Al Fatih dan tak ketinggalan Kepsek SDN Bantarjati 9 . Rombongan Duta Air bertolak pukul 06:00 dari Bogor dan tiba pukul 08.45 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta. “Aku bangga jadi Duta Air. Soalnya, bisa berbagi dan saling mengingatkan untuk selalu menghemat air dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar jwa. Kedua Duta Air cilik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini mengkampanyekan penghematan penggunaan air dan green living dengan bahasa mereka. Menurut sang Kepala Sekolah, Jwa dan Fatih berkampanye dengan banyak cara. “Mulai dari puisi, tulisan maupun penyampaian langsung untuk memuliakan air dan lingkungan. Baik untuk sesama mereka, maupun mengingatkan kepada masyarakat umum tentang pentingnya air dan menjaga lingkungan,” jelas nya yang setia mendampingi kedua siswanya itu.
Selama di pameran, Jwa dan Fatih juga ikut menjawab pertanyaan yang dilontarkan para pengunjung, termasuk ketika dikunjungi Sekdakot Bogor H. Bambang Gunawan, Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Faoqi, dan para para pengunjung

sumber: http://www.pdamkotabogor.go.id

02 April 2010

Dua Siswa SD Bantarjati 9 Bogor Utara Jadi Duta Air PDAM Tirta Pakuan

Image Dua Siswa Sekolah Dasar Negeri  (SD) Bantarjati 9 Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor dinobatkan menjadi dua air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kedua siwa yang dinobatkan adalah Mohammad Efendi (kelas 5) dan Nazwa Azura (kelas 2)



Penobatan kedua siswa tersebut dilakukan oleh Sekrtaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan bertepatan dengan peringatan Hari  Ulang Tahun PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ke 33 dan Hari Air Sedunia ke 18 tahun 2010, di Kantor PDAM Tirta Pakuan Jalan Siliwangi Kota Bogor, Rabu (31/3/2010).

Menurut Dirut PDAM Tirta Pakuan Memet Gunawan, dua siswa SD Bantarjati 9 setelah dinobatkan sebagai duta air akan ikut mensosialisasikan penghematan air kepada masyarakat. “ Kita menunjuk dua siswa dari Bantarjati 9, karena merupakan Sekolah berpredikat Adiwiyata tingkat Nasional, “ ujar Memet.
Image 
Kepala Sekolah SD Bantarjati 9 Yayah Komariah mengaku bangga karena dua anak didiknya ditunjuk menjadi dua air PDAM Tirta Pakuan. “ Kami bangga ternyata anak didik kami dipercaya menjadi duta air, “ ujar Yayah yang ditemui seusai penobatan siswanya menjadi duta air.

Yayah mengatakan, Keberhasilan  SDN Bantarjati 9 merupakan keberhasilan semua stakeholder yang ada di Kota Bogor. “  SDN Bantarjati 9 merupakan satu-satunya sekolah dasar yang ada di Jawa Barat dalam mengikuti lomba lingkungan hidup tahun lalu, “ ungkapnya.

Ketika ditanya soal cara mendidik siswanya Yayah Komariah mengatakan, mendidik siswa bukanlah hal yang mudah, harus penuh kasih sayang, serta memilih cara yang tepat dalam mendidik sesuai usia anak tersebut. Oleh karenanya, diperlukan kesungguhan dan keikhlasan dalam mendidik, sehingga mau menjalankan kewajiban berdasarkan kesadaran

Yayah mengatakan, kewajiban sebagai siswa bukan dengan kekerasan dan tekanan agar siswa patuh terhadap aturan. Semua itu harus dilakukan setiap guru di SDN Bantarjati 9 dalam mendidik siswanya guna menciptakan siswa yang berperilaku sopan, santun, peduli sesama, dan bertanggung jawab.(yan)
sumber : http://kotabogor.go.id